Topik terhangat yang dinantikan sejuta umat ? siapa lagi, kalau bukan Transmisi Kebijakan Moneter

Mekanisme transmisi kebijakan moneter ini merupakan hal yang sangat menarik dan unik di kalangan kita saat ini hal ini dikarenakan mekanisme transmisi kebijakan moneter ini merupakan kebijakan moneter yang mempengaruhi berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan kita loh ! Yuk berikut di pahami topik terunik ini

A.GAMBARAN UMUM TRANSMISI  KEBIJAKAN MONETER

Mekanisme transmisi kebijakan moneter pada dasarnya menggambarkan bagaimana kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral mempengaruhi berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan sehingga pada akhirnya dapat mencapai tujuan akhir yang di tetapkan.
Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang. Kebijakan moneter dilakukan 
antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

B. SALURAN TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER
1.Saluran Uang
Seperti dikemukakan di atas, transmisi kebijakan moneter melalui saluran
uang (money channel) mengacu pada dominasi peranan uang dalam
perekonomian, yang pertama kali dijelaskan oleh Quantity Theory of
Money (Fisher, 1911). Teori ini pada dasarnya menggambarkan kerangka
kerja yang jelas mengenai analisis hubungan langsung yang sistematis
antara pertumbuhan uang beredar dan inflasi, yang dinyatakan dalam suatu
identitas yang dikenal sebagai “The Equation of Exchange” sebagai berikut:
MV = PT ,
Dimana :
jumlah uang beredar yang digunakan dalam seluruh kegiatan transaksi ekonomi (MV) sama dengan jumlah output
nominal, dihitung dengan harga yang berlaku, yang ditransaksikan dalam
ekonomi (PT).

2. Saluran Kredit
mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui saluran kredit didasarkan
pada asumsi bahwa tidak semua simpanan masyarakat dalam bentuk uang
beredar (M1, M2) oleh perbankan selalu disalurkan sebagai kredit kepada
dunia usaha. Dengan kata lain, fungsi intermediasi perbankan tidak selalu
berjalan normal, dalam arti bahwa kenaikan simpanan masyarakat tidak
selalu diiikuti dengan kenaikan secara proporsional pada kredit yang disalurkan oleh perbankan. Oleh karena itu, yang lebih berpengaruh terhadap ekonomi riil adalah kredit perbankan dan bukanlah simpanan masyarakat yang tercermin dalam jumlah uang beredar.

3. Saluran Suku Bunga
Saluran suku bunga (interest rate channel) lebih menekankan pentingnya aspek harga di pasar keuangan terhadap berbagai aktivitas ekonomi di sektor riil. Dalam kaitan ini, kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral akan berpengaruh
terhadap perkembangan berbagai suku bunga di sektor keuangan dan selanjutnya akan berpengaruh pada tingkat inflasi dan output riil.

4.Saluran Nilai Tukar
Mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui saluran nilai tukar (exchange rate channel) menekankan pentingnya pengaruh perubahan harga aset finansial terhadap berbagai aktivitas ekonomi. Dalam kaitan ini, pentingnya saluran nilai tukar dalam transmisi kebijakan moneter terletak pada pengaruh aset finansial dalam bentuk valuta asing yang timbul dari kegiatan ekonomi suatu negara
dengan negara lain. Pengaruhnya tidak saja terjadi pada perubahan nilai
tukar tetapi juga pada besarnya aliran dana yang masuk dan keluar suatu
negara yang terjadi karena aktivitas perdagangan luar negeri maupun aliran
modal investasi dalam neraca pembayaran. Selanjutnya perkembangan
nilai tukar dan aliran dana luar negeri tersebut akan berpengaruh terhadap
output riil dan inflasi negara yang bersangkutan. Semakin terbuka suatu
perekonomian yang disertai dengan sistem nilai tukar yang mengambang
dan sistem devisa bebas, maka semakin besar pula pengaruh nilai tukar dan aliran modal luar negeri tersebut.

5.Saluran Harga Aset
Selain pengaruh melalui nilai tukar terhadap aset valuta asing, kebijakan
moneter juga berpengaruh terhadap perkembangan harga-harga aset lain,
baik harga aset finansial seperti yield obligasi dan harga saham, maupun
harga aset fisik khususnya harga properti dan emas. Transmisi ini terjadi karena penanaman dana oleh para investor dalam portfolio investasinya tidak saja berupa simpanan di bank dan instrumen investasi lainnya di pasar uang rupiah dan valuta asing, tetapi juga dalam bentuk obligasi,
saham, dan aset phisik. Dengan demikian, perubahan suku bunga dan nilai tukar maupun besarnya investasi di pasar uang rupiah dan valuta asing akan berpengaruh pula terhadap volume dan harga obligasi, saham,dan aset fisik tersebut. 

6. Saluran Ekspektasi
Saluran ekspektasi (expectation channel) semakin penting dalam mekanisme transmisi kebijakan moneter ke sektor riil. Para pelaku ekonomi, dalam menentukan tindakan bisnisnya, akan mendasarkan pada prospek ekonomi dan keuangan ke depan. Mereka akan membentuk persepsi tertentu terhadap kecenderungan perkembangan berbagai indikator ekonomi dan keuangan. Di samping persepsi yang bersifat individual, eskpektasi para pelaku ekonomi dimaksud biasanya akan dipengaruhi pula oleh perkembangan berbagai indikator ekonomi dan keuangan tersebut serta antisipasinya terhadap langkah-langkah kebijakan ekonomi yang ditempuh pemerintah dan bank sentral.
Berkaitan dengan kebijakan moneter, yang paling diperhatikan adalah ekspektasi inflasi yang timbul di masyarakat. Di samping pengaruh perkembangan inflasi yang telah terjadi (inertia), ekspektasi inflasi pada umumnya dipengaruhi juga oleh kebijakan moneter yang ditempuh oleh bank sentral, yang ditunjukkan pada perkembangan suku bunga dan nilai
tukar. 

C. DATA YANG DI BUTUHKAN DALAM MENGANALISIS JALUR MEKANISME TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER
Mekanisme transmisi kebijakan moneter memberikan penjelasan mengenai bagaimana perubahan (shock) instrumen kebijakan moneter dapat mempengaruhi variabel makroekonomi lainnya hingga terwujudnya sasaran akhir kebijakan moneter. Seberapa besar pengaruhnya
terhadap harga dan kagiatan di sektor riil, semuanya sangat tergantung pada perilaku atau respons perbankan dan dunia usaha lainnya terhadap shock instrumen kebijakan moneter yaitu 
Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (rSBI). Suku bunga merupakan faktor yang penting dalam perekonomian suatu negara karena sangat berpengaruh terhadap “kesehatan” suatu perekonomian. Hal ini tidak hanya mempengaruhi keinginan konsumen untuk membelanjakan ataupun menabungkan uangnya tetapi juga mempengaruhi dunia usaha dalam mengambil keputusan keputusan. Mekanisme bekerjanya perubahan rSBI tersebut sering menggambarkan tindakan Bank Indonesia melalui perubahan-perubahan instrumen moneter untuk mencapai target operasional, target antara dan akhirnya berpengaruh ke tujuan akhir yaitu inflasi. Mekanisme tersebut terjadi melalui interaksi antara Bank Sentral, perbankan dan sektor keuangan, serta sektor riil. Mekanisme kebijakan moneter melalui berbagai jalur, diantaranya jalur suku bunga, jalur kredit, jalur nilai tukar, jalur harga aset, dan jalur ekspektasi.

Sumber :
http://lib.ibs.ac.id/materi/BI%20Corner/Terbitan%20BI/Seri%20Kebanksentralan/11.%20Mekanisme%20transmisi%20kebijakan%20moneter%20di%20Indonesia.pdf

https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/moneter/default.aspx

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayo yang mau nambah Ilmu πŸ™‹jangan lupa yah lihat info terhangat tentang" Aspek Keuangan Internasional"

Apakah kalian sudah paham tentang pengendaran Uang di negara tercinta ini (Indonesia) ?? Ayo kepoin info menariknya πŸ€—