Hi guys π€ yuk intip ilmu baru tentang sistem pembayaran yang dilakukan di Indonesia.
Bank Indonesia selaku bank sentral di Indonesia memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem pembayaran Indonesia. Sebab sistem pembayaran Indonesia sepenuhnya diatur atau ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Alasan kenapa Bank Indonesia mengatur penuh sistem pembayaran karena adanya keterkaitan yang erat antara kebijakan-kebijakan di bidang sistem pembayaran dengan sistem moneter dan perbankan.
Tugas utama Bank Indonesia dalam sistem pembayaran adalah menjamin kelancaran dan keamanan sistem pembayaran Indonesia.Demi menjamin kelancaran dan keamanan sistem pembayaran, Bank Indonesia melakukan kebijakan yang berfokus pada empat aspek yaitu: 1) Peningkatan Keamanan 2) Peningkatan Efisiensi 3) Perluasan Akses Pembayaran 4) Perlindungan Konsumen.
C. Evolusi Instrument Pembayaran
D.istem pembayaran juga mengalami evolusi karena perkembangan sistem ekonomi yang berlaku di masyarakat. Pada awalnya, sistem pembayaran dirasa cukup dengan sistem barter. Beras ditukar dengan garam, kayu ditukar dengan logam, dan lainnya.
Ketika sistem ekonomi semakin kompleks, barter dirasa tidak lagi cukup dalam menyelesaikan masalah transaksi. Masyarakat kemudian mengembangkan sistem pembayaran mengenal uang kartal sebagai alat tukar. Melalui uang kartal, nilai barang menjadi lebih mudah dan jelas. Satu kilogram beras misalnya dihargai Rp10 ribu.
Mengutip laman Bank Indonesia, masyarakat kemudian mengenal instrumen pembayaran nontunai, seperti cek, giro, bilyet dan nota debit/kredit untuk mempermudah pembayaran di periode ketiga.Evolusi sistem pembayaran ketiga melalui instrumen ini mulai menggunakan mekanisme kliring dan setelmen yang dilakukan bank penerbit dan bank penerima.
Pada tahap keempat dalam evolusi sistem pembayaran, masyarakat mulai dikenalkan dengan kartu ATM/debit, kartu kredit dan uang elektronik. Sistem ini melibatkan berbagai pihak seperti penerbit, acquirer, kliring, payment gateway atau switching. Evolusi sistem pembayaran selanjutnya adalah pembayaran berbasis platform seperti web, mobile, SMS dan USSD. Sedangkan yang terakhir adalah virtual currency dengan instrumen virtual currency.
D. Pembayaran Tunai dan Non Tunai
* Sistem pembayaran tunai
Secara garis besar sistem pembayaran dibagi menjadi dua yaitu sistem pembayaran tunai dan sistem pembayaran non-tunai. Perbedaan mendasar terletak pada instrumen yang digunakan. Sistem pembayaran tunai menggunakan uang kartal (uang kertas dan logam) sebagai alat pembayaran.
* Sistem pembayaran non tunai
Sedangkan pada sistem pembayaran non-tunai, instrumen yang digunakan berupa Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), cek, bilyet giro, nota debit, maupun uang elektronik (card based dan server based). Cakupan sistem pembayaran non tunai dikelompokkan menjadi 2 jenis transaksi yaitu transaksi nilai besar (wholesale) dan transaksi ritel.
Transaksi nilai besar memiliki karakteristik transaksi yang bersifat penting dan segera (urgent), meliputi transaksi antar bank, transaksi di pasar keuangan atau transaksi dengan nilai ticket size ≥ Rp1 Miliar. Infrastruktur yang digunakan untuk memroses aktivitas transaksi ini adalah Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS). Sedangkan transaksi ritel meliputi transaksi antar individu dengan nilai ticket size < Rp1 Miliar dengan karakteristik bernilai kecil dan relatif tinggi frekuensinya. Infrastruktur yang digunakan untuk memroses aktivitas transaksi ini adalah Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).
E. Fintech Payment Dan QRIS
*Menurut Bank Indonesia , pengertian Fintech adalah penggunaan teknologi dalam sistem keuangan yang menghasilkan produk, layanan, teknologi, dan/atau model bisnis baru serta dapat berdampak pada stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan/atau efisiensi, kelancaran, keamanan, dan keandalan sistem pembayaran.Fintech Payment Gateway adalah teknologi finansial yang diterapkan dalam sistem pembayaran online.
Transaksi non tunai seperti pembelian, investasi, penarikan, transfer, dan pinjaman online tidak akan tercapai tanpa adanya sistem pembayaran.
Inilah sebabnya kenapa sistem pembayaran kerap disebut sebagai pintu gerbang untuk inklusi keuangan yang saat ini gencar dicanangkan oleh pemerintah Indonesia.
Fintech Sistem Pembayaran menawarkan transaksi keuangan yang lebih cepat dan efektif dengan mengandalkan teknologi informasi.
* QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR nasional untuk memfasilitasi Pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet digital, atau mobile banking.QRIS dapat digunakan lintas platform dan aplikasi pembayaran. Sebagai contoh, A pengguna OVO, B pengguna GoPay, C pengguna LinkAja, dan D pengguna Dana.
QRIS atau yang dibaca kris adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Sesuai dengan namanya, QRIS adalah suatu upaya standarisasi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk seluruh perusahaan yang menggunakan teknologi finansial atau fintech, seperti halnya Gopay, ShopeePay, OVO, Dana, LinkAja, Dompetku, dll.
Berdasarkan keterangan resmi Bank Indonesia, QRIS adalah kombinasi dari berbagai jenis QR Code dalam berbagai penyelenggaraan jasa sistem pembayaran atau PJSP. Hal tersebut membuat kegiatan jual beli digital dengan menggunakan QR Code menjadi lebih aman, cepat, serta mudah.
Sumber :
https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/default.aspx
https://gopinjol.com/money/pengertian-fintech/#:~:text=%231%20Sistem%20Pembayaran%20
πππ
BalasHapusππ
BalasHapusπππ
BalasHapusπππππππππ
BalasHapusπππ
BalasHapusπππ
BalasHapusπππ
BalasHapusππππππ
BalasHapusπππ
BalasHapusππππππππ
BalasHapus